JAKARTA--MICOM: PT ASDP
Indonesia Ferry (ASDP) akan menambah enam unit kapal ferry jenis ro-ro,
dua di antaranya kapal baru dan empat lainnya kapal bekas.
"ASDP secepatnya harus menambah jumlah kapal. Selain untuk
peningkatan kapasitas operasional, juga untuk mengatasi tersendatnya
penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni," kata Deputi Menteri BUMN
Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin, di Kantor
Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (1/3).
Menurutnya, pengadaan empat unit kapal bekas direalisasikan pada
tahun ini juga, di mana dua di antaranya akan tiba pada Juli 2011.
Sementara itu, dua unit kapal baru akan masuk pada tahun 2012.
Meski begitu, ia tidak merinci nilai investasi yang akan
dibelanjakan ASDP. Ia hanya menjelaskan, bahwa penambahan kapal ini
merupakan keputusan bersifat jangka panjang dan secara cepat mengatasi
stagnasi di pelabuhan.
Diketahui dalam sebulan terakhir, antrian truk di pelabuhan Merak
mengular, selain karena kurangnya jumlah kapal juga dipicu tingginya
arus gelombang laut sehingga dibutuhkan kapal memiliki kemampuan
maksimal mengarungi selat Sunda tersebut. Akibatnya ribuan truk yang
akan melintas Merak menuju Bakahueni Lampung tersendat tidak hanya di
kawasan pelabuhan namun sudah pada ruas tol Merak Banten.
Masalah tersendatnya penyeberangan Merak-Bakauheni yang
mempengaruhi arus barang dan jasa ke Sumatera dan Jawa itu, sorotan
dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala Negara menginstruksikan
kementerian terkait, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN agar
mengoptimalkan pengoperasian ASDP dan PT Pelni agar arus penyeberangan
lancar.
Menurut Sumaryanto, ASDP sesungguhnya sudah mengantisipasi
kurangnya kapal tersebut, dengan cara memaksimalkan pengoperasikan
kapal-kapal yang memiliki daya angkut besar seperti Kapal Motor
Penumpang (KMP) Tribuana, BSP III, Nusa Bahagia dan Nusa Jaya di dermaga
III, IV dan V.
Saat ini, jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Merak hanya 16
kapal, dan sebanyak 7 kapal tidak beroperasi karena dalam perawatan.
Hampir seluruh kapal yang ada tersebut merupakan kapal berusia tua.
Ia mengakui sudah meninjau langsung ke lokasi dan melihat bagaimana
kapal yang ada tidak mampu lagi mengurai antrian truk hingga dua hari
baru bisa diseberangkan.
Untuk solusi jangka pendek adalah mendatangkan bantuan kapal Pelni
dan AL, sedangkan solusi jangka panjang dengan menambah jumlah kapal.
"Solusi jangka pendek, datangkan seadanya kapal BRR Feri yang digunakan
selama dua minggu, dan Ganda Dewata. Penambahan dermaga juga dapat
memaksimalkan arus penyeberangan," ujarnya.
Menurut catatan, saat kondisi normal kendaraan roda empat yang
menyebrang Merak-Bakauheni mencapai 1.800 unit, dan sekitar 1.000 unit
motor, dengan arus pergerakan 62-65 trip per hari. (Ant/OL-2)

