find us
on


Jumat, 28 November 2014 |  WIB
Halaman Depan | Peta Situs | Login | RSS Feed  
 

Instruksi SBY, Pelni Kirim Kapal ke Merak (Vivanews.com)
Kamis, 03 Maret 2011 | 09:40 WIB

VIVAnews - Antrean kendaraan truk angkutan yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak sudah berlangsung selama tiga pekan. Untuk mengurangi antrean itu, PT Pelni siap mendatangkan satu kapal bantuan lagi bila diperlukan.

Saat ini untuk mempercepat antrean truk, satu kapal yaitu KM Ganda Dewat milik perusahaan pelayaran nasional itu sudah beroperasi. Kapal itu melayani lintasan Merak ke Pelabuhan Panjang Bakauheni.

"Pengiriman KM Ganda Dewata sudah sesuai dengan instruksi Presiden. Dengan adanya kapal bantuan ini diharapkan dapat membantu mengurangi penumpukan truk yang menumpuk di Pelabuhan Merak," kata Direktur Usaha PT Pelni, Asep Suparman di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Selasa 1 Maret 2011.

PT Pelni, menurut Asep, juga telah menyiapkan satu kapal lain untuk mengantisipasi kepadatan ini. Satu kapal yang disiapkan yakni KM Egon. Kapal Motor (KM) Egon ini disiapkan untuk mengangkut truk apabila memang diperlukan. Saat ini kapal posisi kapal itu berada di Tanjung Priok dan siap diberangkatkan.

KM Ganda Dewata sendiri mulai dioperasikan sebagai kapal bantuan sejak Minggu 27 Februari. Kapal itu mampu mengangkut sekitar 80 truk sedang, 48 truk ukuran besar, serta 126 unit mobil dan 500 lebih kendaraan bermotor roda dua.

Dalam rencana operasi, KM Ganda Dewata diharapkan dapat beroperasi dua kali dalam sehari. Namun Selasa dini hari tadi saat akan memuat kendaraan di pelabuhan Indah Kiat, kapal itu tidak bisa bersandar akibat derasnta gelombang yang disertai angin kencang.

Pihak pandu pelabuhan setempat tidak memberikan rekomendasi KM Ganda Dewata bersandar di dermaga dan melakukan muat kendaraan. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Hingga siang ini antrean kendaraan kembali terjadi hingga masuk ke dalam tol Tangerang-Merak hingga di KM 92.700. Sehari sebelumnya di dalam tol sudah tidak terlihat antrean. Namun tingginya volume kedatangan truk angkutan barang, menyebabkan terjadi antrean lagi.

Laporan: Saputra l Cilegon

Bagikan di :