Jakarta, 10 April 2021 -- PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mengerahkan KM Gandha Nusantara 14 untuk mengangkut bantuan kemanusiaan dari Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Darma Pertiwi bagi korban bencana Nusa Tenggara Timur. Barang bantuan telah sampai dan diturunkan di Pulau Adonara, Kamis (8/4).
Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik menyampaikan pengangkutan bantuan dengan KM Gandha Nusantara 14 merupakan hasil kerjasama Kementerian Perhubungan, Pemerintah Daerah, dan PT PELNI. "Bantuan diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI OWA 354 dan tiba di Loweleba pada Kamis (8/4) pukul 06.00 waktu setempat. Selanjutnya dimuat pada KM Gandha Nusantara 14 untuk diangkut menuju Pulau Adonara," ungkapnya.
Adapun bantuan tersebut tiba di Pulau Adonara pada Kamis (8/4) pukul 15.00 WITA. Lebih lanjut Opik Taupik merinci, KM Gandha Nusantara 14 mengangkut 1.800 paket sembako dan 2 box masker yang merupakan bantuan dari Presiden RI Joko Widodo. Adapun bantuan dari Ibu Darma Pertiwi berupa 74 paket sembako, 100 pcs kasur lipat, 300 pcs kasur palembang, 200 pcs selimut, 250 paket siaga bencana. "Rencananya pengangkutan dilakukan secara bertahap," tambah Opik Taupik.
Sementara itu, PELNI juga menyediakan dua armada kapal penumpang yakni KM Egon dan KM Awu untuk membawa bantuan kemanusiaan menuju Nusa Tenggara Timur. Kedua kapal tersebut akan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Tenau, Kupang dan Pelabuhan Waingapu. "KM Egon direncanakan berangkat menuju Pelabuhan Waingapu pada Minggu (11/4) pukul 10.00 WIB. Sementara KM Awu akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Senin (12/4) dan dijadwalkan tiba di Pelabuhan Waingapu pada Kamis (15/4) dan tiba di Pelabuhan Kupang pada Jumat (16/4).
"Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengirimkan barang bantuan, maka KM Egon yang sedianya diberangkatkan pada Sabtu (10/4) kami longgarkan sehingga diberangkatkan pada Minggu (11/4) dengan tidak mengganggu jadwal di pelabuhan selanjutnya. Sehingga jadwal pelayaran tetap on schedule," tambahnya.
Perusahaan mengajak masyarakat, perusahaan BUMN maupun swasta, serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk dapat memanfaatkan armada kapal PELNI untuk mengirimkan bantuan guna meringankan beban masyarakat di NTT. Masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan dapat mengirimkan barang bantuannya ke Posko Bantuan Bencana di Kantor Cabang PELNI Surabaya paling lambat tiga jam sebelum KM Egon diberangkatkan pada pukul 10.00 WIB, Minggu (11/4). "Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atas kegiatan pengangkutan bantuan bagi wilayah NTT dengan dua kapal PELNI ini dapat menghubungi Kantor Cabang PELNI Surabaya sebagai pelabuhan keberangkatan," ungkap Opik Taupik.
Selain itu, informasi juga dapat diperoleh melalui PIC pengangkutan bantuan bencana NTT di Surabaya (0813-3222-3338 / 0821-9464-6984). Informasi seputar kapal bantuan juga dapat diketahui melalui contact center 021-162 dan layanan Whatsapp di nomor 0811-162-1-162.
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah 3TP di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini PELNI mengoperasikan 9 trayek tol laut serta 1 trayek khusus untuk angkutan ternak.
13/02/2026
PT PELNI (Persero) resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026 mulai hari ini, Jumat (13/2).
11/02/2026
PT PELNI (Persero) kembali mendapatkan penugasan untuk menyukseskan diskon transportasi sebagai bagian dari program stimulus ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H / Lebaran 2026.
27/01/2026
PT PELNI (Persero) mengimplementasikan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) sebagai bagian dari transformasi digital di seluruh armada kapal penumpang.