slider
PT PELNI (PERSERO)

PRESS RELEASE

28/07/2025

KM Tilongkabila Alami Kemudi Eror, Kapal Kembali ke Pelabuhan Baubau

PT PELNI (Persero) menginformasikan bahwa salah satu kapal penumpangnya, KM Tilongkabila, mengalami kemudi eror.

Press Release
PT PELNI (Persero)
No: 07.28/63/PR.KC/VII/2025

KM Tilongkabila Alami Kemudi Eror, Kapal Kembali ke Pelabuhan Baubau

Baubau, 28 Juli 2025 – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menginformasikan bahwa salah satu kapal penumpangnya, KM Tilongkabila, mengalami kemudi eror. Kapal segera kembali ke Pelabuhan Baubau untuk memastikan keselamatan penumpang dan kondisi kapal. Seluruh penumpang sudah kembali diturunkan di pelabuhan dan akan dilakukan pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen. 

Kepala Cabang PELNI Baubau Jasman menyampaikan permohonan maaf bagi pelanggan kapal PELNI yang terdampak atas kejadian ini. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan kondisi kapal agar segera dilakukan perbaikan yang dibutuhkan. Untuk penumpang yang batal berangkat maupun calon penumpang di pelabuhan lain yang sudah membeli tiket, akan dilakukan pengembalian dana 100 persen," ujar Jasman. 

KM Tilongkabila dilaporkan berangkat menuju pelabuhan Raha dalam keadaan baik dan di tengah perjalanan tiba-tiba mengalami kendala pada bagian kemudi, hingga menyebabkan kapal menabrak bagian tepi tebing kedangkalan sekitar pukul 22.19 WITA setelah berlayar sekitar 13 Nautical miles dari Pelabuhan Baubau. Akibat kejadian ini, Nakhoda yang sudah berkoordinasi dengan Team MRT di Jakarta memutuskan kembali ke Pelabuhan Baubau dan menurunkan 1308 penumpang agar dapat dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

KM Tilongkabila merupakan kapal buatan Jerman tipe 1000 berusia 31 tahun di tahun 2025, dengan rute Benoa - Lembar - Bima - Labuan Bajo - Makassar - Bau-bau - Raha - Kendari - Luwuk - Gorontalo - Bitung (PP).

Seluruh kapal PELNI dilengkapi dengan jaket penyelamat (lifejacket) sebanyak 125 persen dari kapasitas. Untuk kapal seukuran KM Tilongkabila dilengkapi dengan 8 perahu sekoci dengan daya tampung 764 orang, ditambah 50 perahu karet dengan kapasitas total 1.250 orang. Untuk mempercepat evakuasi penumpang turun dari kapal dalam situasi darurat, seluruh kapal PELNI juga telah dipasang Marine Evacuation System atau MES.

Dalam setiap pelayarannya, PELNI selalu mengutamakan keselamatan penumpang dan pelayaran dengan memenuhi seluruh aturan dan ketentuan pelayaran maupun himbauan dari otoritas pelabuhan dan instansi terkait lainnya. 

Tentang PELNI

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas. PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak.
**

Untuk informasi dan pertanyaan hubungi : 
Ditto Pappilanda
Manager Komunikasi Korporasi
PT PELNI (Persero)
Telp. 021 - 6334342 ext 1310

Berita Lainnya

12/08/2026

PELNI Dukung Proses Hukum KPK, Tegaskan Komitmen Antikorupsi

PT PELNI (Persero) menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait pemberitaan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang turut mencantumkan nama PELNI.

12/08/2026

PELNI dan Jamdatun Perkuat Sinergi, Tingkatkan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum

PT PELNI (Persero) resmi memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa (11/8).

11/08/2026

PELNI Dukung Akses Pendidikan Ratusan Anak Papua Menuju Jakarta

PT PELNI (Persero) mendukung perjalanan 105 siswa dari sejumlah wilayah pedalaman Papua menuju Jakarta untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang.