Ajang Indonesia Best CMO Awards kembali digelar oleh Warta Ekonomi. Dalam ajang bergengsi ini, PELNI meraih penghargaan melalui Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Kokok Susanto, yang dinobatkan sebagai Best Chief Marketing Officer 2025 in Promoting Sustainable Logistics Growth through Technology Driven Sea Toll Services pada kategori Shipping Industry. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan kepada Kokok Susanto pada Jumat (31/10) di Jakarta.
Mengusung tema “Redefining the CMO Role in Indonesia’s Dynamic Market Landscape to Shape the Future of Brand and Business Growth”, ajang ini menyoroti perubahan peran seorang Chief Marketing Officer (CMO) yang kini tidak hanya berfokus pada kampanye pemasaran semata, tetapi juga menjadi kekuatan strategis yang mampu menghubungkan merek dengan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dalam proses penilaian, tim riset Warta Ekonomi melakukan desk research dan media monitoring terhadap berbagai sumber, mulai dari laporan perusahaan, publikasi resmi, hingga sentimen positif yang muncul di media mainstream dan media sosial. Penilaian dilakukan untuk menilai sejauh mana seorang CMO mampu mencerminkan citra positif perusahaan sekaligus menunjukkan keunggulan kompetitif dibandingkan kompetitor di industrinya.
Periode penilaian mencakup tahun 2024 hingga 2025, dengan sejumlah aspek yang menjadi tolok ukur utama, di antaranya Creativity in Corporate Marketing Strategy, Managing Brand Equity & Influence, Digital Transformation with Customer-Centricity, serta Brand Visibility & Media Exposure. Melalui kriteria tersebut, PELNI dinilai berhasil menghadirkan strategi pemasaran yang kreatif dan berdampak positif bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen PELNI dalam mengembangkan strategi pemasaran yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelanggan. PELNI terus memperkuat perannya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang tangguh, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar.