slider
EVENT

PT PELNI (Persero)

  • Beranda
  • PROTOKOL KESEHATAN NEW NORMAL LIFE BAGI PELANGGAN PT. PELNI (PERSERO)
22/05/2020

PROTOKOL KESEHATAN NEW NORMAL LIFE BAGI PELANGGAN PT. PELNI (PERSERO)

Prosedur Kesehatan Kebiasaan Baru untuk Pelanggan PT. PELNI

    1. Tata Kelola Pelayanan Calon Penumpang;
      1. Setiap Petugas Loket dan Petugas Cabang yang melayani penjualan tiket wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) berupa masker dan sarung tangan pada saat pelayanan penjualan tiket;
      2. Setiap Calon Penumpang wajib untuk menggunakan masker dan wajib membersihkan tangan dengan menggunakan sabun serta air mengalir atau hand sanitizer sebelum masuk di Loket Penjualan Tiket;
      3. Setiap Calon Penumpang wajib dilakukan pemeriksaan suhu dengan Thermo Gun oleh Petugas Loket dan Petugas Cabang sebelum masuk di Loket Penjualan Tiket;
      4. Apabila suhu tubuh Calon Penumpang melebihi ketentuan (37.5o C) dan menunjukkan gejala-gejala terindikasi COVID-19, maka calon penumpang dilarang untuk memasuki area Loket Penjualan Tiket;
      5. Apabila suhu tidak melebih ketentuan (37.5o C) atau dalam kondisi normal dan tidak ditemukan gejala-gejala terindikasi COVID-19 maka Calon Penumpang diarahkan dan diwajibkan untuk membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer selama 20 detik selanjutnya diperbolehkan untuk melanjutkan proses pembelian tiket dengan menerapkan physical distancing;
      6. Adapun kriteria Calon Penumpang yang dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal antara lain:
  1. Perjalanan calon penumpang yang bekerja pada lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia yang menyelenggarakan:
  • Pelayanan percepatan penanganan COVID-19;
  • Pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum;
  • Pelayanan kesehatan;
  • Pelayanan kebutuhan dasar;
  • Pelayanan pendukung layanan dasar;
  • Pelayanan fungsi ekonomi penting.
  1. Perjalanan calon penumpang sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan calon penumpang yang anggota keluarga intinya (orangtua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia.
  2. Perjalanan calon penumpang sebagai repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
      1. Sebelum melakukan penjualan tiket, setiap Petugas Loket dan Petugas Cabang wajib memeriksa kelengkapan persyaratan Calon Penumpang antara lain:
  1. Perjalanan calon penumpang yang bekerja pada lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal setelah memenuhi persyaratan antara lain :
  • Menunjukkan Surat Tugas bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2;
  • Menunjukkan Surat Tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah/Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja/Organisasi Non Pemerintah/Lembaga Usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor;
  • Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan/Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik Kesehatan pada periode maksimal 7 hari sebelum keberangkatan;
  • Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai dan diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat;
  • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);
  • Melaporkan rencana perjalanan (jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta waktu kepulangan).
  1. Perjalanan calon penumpang sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan calon penumpang yang anggota keluarga intinya (orangtua, suami/istri, anak, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal setelah memenuhi persyaratan antara lain :
  • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);
  • Menunjukkan surat rujukan dari Rumah Sakit untuk pasien non Covid-19 yang akan melakukan pengobatan di tempat lain;
  • Menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum/almarhumah (untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia);
  • Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan/Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik Kesehatan pada periode maksimal 7 hari sebelum keberangkatan.
  1. Perjalanan calon penumpang sebagai repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh Pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku dapat melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal setelah memenuhi persyaratan antara lain:
  • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah);
  • Menunjukkan surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) atau surat keterangan dari perwakilan RI di luar negeri (untuk penumpang dari luar negeri);
  • Menunjukkan surat keterangan dari Universitas atau Sekolah (untuk Mahasiswa dan Pelajar);
  • Menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan PCR Test/Rapid Test atau surat keterangan dari Dinas Kesehatan/Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik Kesehatan pada periode maksimal 7 hari sebelum keberangkatan;
  • Proses pemulangan harus dilaksanakan secara terorganisir oleh Lembaga Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta dan Universitas.
  1. Jam operasional penjualan tiket di loket cabang pukul 08.00 LT sd 16.00 LT, apabila terdapat keberangkatan kapal diluar jam operasional penjualan loket tersebut, maka pelayanan penjualan tiket dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang.
  2. Kepala Cabang atau Pegawai Cabang yang ditunjuk dapat mengarahkan Calon Penumpang dapat melakukan pembayaran tiket menggunakan kartu debit untuk meminimalisir transaksi tunai demi mencegah penyebaran COVID-19 serta menginformasikan kepada Calon Penumpang yang telah memperoleh tiket agar berada di Pelabuhan selambat-lambatnya 4 (empat) jam sebelum keberangkatan kapal.
  3. Setiap calon penumpang dianjurkan untuk menginstal aplikasi e-HAC (Electronic Health Alert Card) bagi yang mempunyai handphone Android dan bagi yang tidak mempunyai handphone Android cukup membawa kartu HAC dari Dinas Kesehatan Setempat.
  4. Penjualan tiket dapat dilakukan bagi pelabuhan-pelabuhan yang tidak terdapat penutupan oleh Pemerintah Daerah setempat.
  5. Direktorat Usaha Angkutan Kapal Penumpang yang membidangi Unit Kerja Pemasaran Penumpang c.q. Kepala Cabang PT.PELNI (Persero) wajib melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Daerah, KSOP/UPP, dan Pemerintah Daerah setempat  untuk memastikan pelabuhan-pelabuhan tujuan/singgah ada yang terdampak atau tidak terdampak pada pembatasan-pembatasan sebelum melaksanakan penjualan tiket dan dapat mempersiapkan protokol kesehatan maupun protokol transportasi dalam pelayanan penumpang dengan menggunakan kapal sebagai sarana transportasi untuk melakukan perjalanan.
    1. Tata Kelola Pelayanan Penumpang
      1. Tata Cara Embarkasi di Terminal Penumpang sebagai berikut :
  6. Setiap Petugas Departure Control System (DCS) dan Petugas Embarkasi Cabang yang bertugas harus dalam keadaan sehat atau tidak memiliki gejala COVID-19, dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan sebelum melayani penumpang naik.
  7. Setiap Petugas Departure Control System (DCS) dan Petugas Embarkasi Cabang ditetapkan oleh Kepala Cabang PT. PELNI (Persero) dan dilakukan briefing sebelum melayani penumpang naik serta memastikan Alat Pelindung Diri (APD) digunakan.
  8. Setiap Petugas Departure Control System (DCS) dan Petugas Embarkasi Cabang wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, hair net (pelindung rambut), Face Shield (pelindung wajah), dan sarung tangan pada saat pelayanan penumpang.
  9. Setiap Penumpang wajib menggunakan masker dan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer baik selama berada di area terminal maupun pada saat berlayar di atas kapal.
  10. Setiap penumpang wajib mempersiapkan tiket dan persyaratan sebagaimana yang telah ditetapkan pada huruf C butir 7 dan dianjurkan untuk menginstal aplikasi E-HAC (Electronic Health Alert Card) bagi yang memiliki handphone Android.
  11. Setiap Petugas Embarkasi Cabang wajib mengarahkan penumpang untuk berbaris rapi dan menerapkan physical distancing dengan memberi markah/penanda berjarak minimal 1 (satu) meter antara penumpang satu dengan yang lain pada saat Cetak Tiket Mandiri dan sebelum masuk terminal.
  12. Setiap Penumpang wajib dilakukan pemeriksaan suhu dengan Thermo Gun oleh Petugas Embarkasi Cabang dengan tetap mengikuti markah/penanda pada saat masuk terminal.
  13. Apabila suhu tubuh penumpang melebihi ketentuan (37.5o C) dan menunjukkan gejala-gejala terindikasi COVID-19, maka penumpang wajib dibawa dan dilaporkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) oleh Petugas Embarkasi Cabang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  14. Apabila suhu tidak melebih ketentuan (37.5o C) atau dalam kondisi normal dan tidak ditemukan gejala-gejala terindikasi COVID-19 maka setiap penumpang diarahkan dan diwajibkan untuk membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer selama 20 detik di dalam Terminal Penumpang kemudian diperbolehkan untuk melanjutkan proses pemeriksaan.
  15. Setiap Penumpang melapor ke Posko Gugus Tugas COVID-19 dengan menunjukkan berkas kelengkapan dokumen perjalanan, Kartu Identitas, Surat Perjalanan, Tiket dan berkas lain yang wajib dipenuhi sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020.
  16. Setiap Penumpang wajib mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan HAC (Health Alert Card) dan Formulir penyelidikan epidemiologi yang diberikan personil Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
  17. Jika seluruh berkas lengkap dan HAC (Health Alert Card) serta formulir epidemiologi sudah diisi, selanjutnya penumpang diarahkan menuju ke meja pemeriksaan kedua untuk dicek ulang oleh Personil Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan penumpang akan mendapatkan Surat Clearance dari personil Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
  18. Penumpang menuju Counter Departure Control System (DCS) untuk pemeriksaan Tiket, Kartu Identitas, dan Surat Clearance kemudian penumpang dipersilahkan menuju Ruang Tunggu.
  19. Setiap Petugas Departure Control System (DCS) Cabang mengarahkan dan mewajibkan setiap penumpang untuk tetap antri berbaris rapi dan menerapkan physical distancing.
  20. Setiap Petugas Embarkasi Cabang mengarahkan dan mengatur setiap untuk naik tangga Kapal dengan jarak aman minimal 2 (dua) anak tangga.
  21. Setiap Petugas Embarkasi Cabang mengarahkan dan mewajibkan setiap penumpang untuk berbaris rapi sesuai dengan Nomor Seat dan Deck dimulai dari (Kapal tipe 2000 Deck 4,3,2,5,6; Kapal tipe 1000 deck 4,3,2,5) dengan tertib dan teratur dengan tetap menerapkan physical distancing.
  22. Bagi Penumpang yang tidak diperkenankan naik ke atas kapal untuk melakukan perjalanan oleh Petugas Departure Control System (DCS) Cabang dan/ atau Petugas Gabungan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Daerah, KSOP/UPP, dan Pemerintah Daerah setempat, maka penumpang tersebut dapat melakukan proses refund atau reschedule dengan rute yang sama tanpa dikenakan biaya tambahan.
      1. Tata Cara Debarkasi di Terminal Penumpang sebagai berikut:
  23. Setiap Petugas Debarkasi Cabang ditetapkan oleh Kepala Cabang PT. PELNI (Persero) dan dilakukan briefing sebelum melayani penumpang turun serta memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
  24. Setiap Petugas Debarkasi Cabang yang bertugas harus dalam keadaan sehat atau tidak memiliki gejala COVID-19, dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan sebelum melayani penumpang turun
  25. Setiap Petugas Debarkasi Cabang wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan dan face shield (topi plastik) pada saat pelayanan penumpang.
  26. Setiap Penumpang wajib menggunakan masker dan wajib membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer sebelum meninggalkan kapal.
  27. Setiap Petugas Debarkasi Cabang wajib mengarahkan penumpang setiap penumpang yang turun dari Kapal untuk berbaris rapi dan menerapkan physical distancing dengan berjarak minimal 1 (satu) meter antara penumpang satu dengan yang lain.
  28. Setiap penumpang wajib dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan Thermo Gun oleh Petugas Debarkasi Cabang.
  29. Apabila suhu tubuh Penumpang melebihi ketentuan (37.5o C) dan menunjukkan gejala-gejala terindikasi COVID-19, maka penumpang wajib dibawa dan dilaporkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) oleh Petugas Embarkasi Cabang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  30. Apabila suhu tidak melebihi ketentuan (37.5o C) atau dalam kondisi normal dan tidak ditemukan gejala-gejala terindikasi COVID-19 maka setiap penumpang diarahkan dan diwajibkan untuk membersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di dalam Terminal Penumpang sebelum keluar Terminal Penumpang.
  31. Apabila suhu melebihi ketentuan (37.5o C) dan menunjukkan gejala-gejala terindikasi COVID-19, maka penumpang segera dibawa dan dilaporkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) oleh Petugas Debarkasi Cabang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  32. Setiap Petugas Debarkasi Cabang mengarahkan dan mewajibkan setiap penumpang untuk tetap antri berbaris rapi dan menerapkan physical distancing sampai keluar Terminal.
      1. Tata Cara Embarkasi/Debarkasi diatas Kapal sebagai berikut :
    1. Nakhoda menetapkan Petugas Embarkasi/Debarkasi diatas Kapal.
    2. Setiap Petugas Embarkasi/Debarkasi di atas Kapal yang bertugas harus dalam keadaan sehat atau tidak memiliki gejala COVID-19, dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
    3. Setiap Petugas Embarkasi/Debarkasi di atas Kapal yang bertugas wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) berupa baju hazmat (baju pelindung), sarung tangan, masker, face shield (topi plastik), hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/kain.
    4. Setiap Petugas Embarkasi/Debarkasi diatas Kapal mengarahkan dan mewajibkan setiap penumpang untuk berbaris rapi sesuai dengan Nomor Seat dan Deck dimulai dari (Kapal tipe 2000 Deck 4,3,2,5,6; Kapal tipe 1000 deck 4,3,2,5) dengan tertib dan teratur dengan tetap menerapkan physical distancing.
      1. Tata Kelola Pemeriksaan Tiket sebagai berikut :
  1. Memaksimalkan peran, tugas dan tanggung jawab Departure Control System (DCS) di Pelabuhan keberangkatan kapal dengan melakukan pemeriksaan tiket dan persyaratan pendukung lainnya kepada penumpang.
  2. Mengefektifkan pelaksanaan screening penumpang yang akan naik ke atas kapal sehingga penumpang yang bergejala COVID-19 tidak bisa naik ke atas kapal dan tiket dikembalikan 100% dengan form screening penumpang terlampir.
  3. Pemeriksaan tiket di atas kapal selama masa Pandemic COVID-19 dilakukan dengan cara:
  • Pemeriksaan tiket diatas kapal ditiadakan sementara bagi penumpang dengan tujuan port to port;
  • Pemeriksaan tiket tetap dilakukan untuk kapal yang mempunyai trayek multiport dengan menerapkan Physical distancing;
  • Pada setiap pelabuhan singgah melakukan perhitungan penumpang saat naik kapal dengan dasar laporan DCS;
  • Mencocokkan jumlah penumpang setiap deck.
  1. Apabila ditemukan penumpang yang tidak memiliki tiket di atas kapal, maka penanganan terhadap penumpang tersebut adalah sebagai berikut:
  • Dilakukan isolasi di ruangan khusus dan tidak berinteraksi dengan penumpang lain dan awak kapal;
  • Diturunkan di pelabuhan tujuan pertama dan berkoordinasi dengan Cabang untuk menyampaikan bahwa terdapat penumpang yang tidak memiliki tiket dan tidak memenuhi persyaratan untuk naik ke atas kapal, selanjutnya Cabang melaporkan ke Satgas Gabungan Daerah setempat.
      1. Tata Kelola Layanan Makan dan Minum Diatas Kapal sebagai berikut :
  1. Kewajiban Awak Kapal sebagai berikut :

Tata Cara Awak Kapal dalam melayani pembagian makanan dan minuman kepada penumpang :

  1. Juru Masak dan Awak Kapal P2 yang bertugas harus dalam keadaan sehat atau tidak memiliki gejala COVID-19, dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  2. Awak Kapal P2 yang bertugas wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dengan klasifikasi :
  • Awak Kapal P2 yang bertugas saat melakukan portioning (cetak makanan) wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) standar berupa penutup kepala/hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/karet.
  • Awak Kapal P2 yang bertugas mengawasi saat pengambilan makanan wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa baju hazmat, pelindung wajah, penutup kepala/hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/kain/karet.
  1. Untuk layanan penyajian makanan dan minuman untuk penumpang diterapkan metode self service yaitu setiap penumpang mengambil sendiri makanan dan minuman yang telah disiapkan di masing-masing deck dengan pengawasan Awak Kapal P2 yang bertugas untuk mengurangi interaksi dengan penumpang lainnya dengan tetap menerapkan physical distancing dengan berjarak minimal 1 (satu) meter antara penumpang satu dengan yang lain.
  2. Pembagian makanan diletakkan di deck masing-masing sehingga penumpang self service dan Nakhoda menginstruksikan agar mengawasi pergerakan setiap penumpang dibatasi.
  3. Jumlah Awak Kapal P2 yang bertugas mengawasi pengambilan makan sebanyak 3 (tiga) orang di masing-masing deck yang terdiri dari 1 (satu) orang bertugas memvalidasi tiket penumpang, 1 (satu) orang bertugas mengawasi pengambilan makan, 1 (satu) orang bertugas memonitor persediaan makanan di meja buffet.
  4. Mengumumkan waktu pengambilan makanan kepada setiap penumpang akan dilakukan secara self service dan tetap berbentuk box meal serta menerapkan physical distancing dengan tertib dan teratur di lokasi yang telah ditentukan pada masing-masing deck untuk menghindari kerumunan antrian.
  5. Saat pengambilan makanan tidak diiringi dengan hiburan live music.
  6. Menginstruksikan tata cara/kewajiban setiap penumpang saat mengambil makanan lewat pengeras suara (PA).
  7. Pakaian yang dikenakan segera dicuci setelah selesai melayani penumpang dan bersih diri / mandi sebelum melakukan aktifitas yang lain.
  1. Kewajiban Penumpang Kapal PT PELNI (Persero) sebagai berikut :
        1. Tata Cara Pengambilan Makanan.
  • Setiap Penumpang wajib menggunakan masker.
  • Setiap Penumpang wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan di atas kapal sebelum mengambil makanan.
  • Memperhatikan etika ketika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan baju atas bagian dalam ketika batuk atau bersin, membuang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  • Menghubungi petugas kesehatan kapal ketika merasa sakit untuk mendapatkan pertolongan/perawatan.
        1. Tata Cara Mengantri Pengambilan Makanan.
  • Setiap Penumpang wajib menggunakan masker.
  • Siapkan tiket dengan keadaan tidak terlipat.
  • Menuju lokasi pengambilan makan yang telah ditentukan pada masing-masing deck sesuai tiket penumpang dan menerapkan physical distancing dengan berjarak minimal 1 (satu) meter antara penumpang satu dengan penumpang lain.
  • Menunjukkan tiket kepada petugas kapal untuk divalidasi.
  • Pengambilan makan dapat dititipkan ke penumpang lain untuk mengurangi kepadatan antrian.
  • Untuk makanan dan minuman yang telah disediakan, setiap penumpang dapat mengambil sendiri (self service) sesuai ketentuan dan petugas Awak Kapal P2 hanya bertugas untuk mengawasi.
        1. Tata Cara Setelah Mengambil Makanan.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal sebelum mengkonsumsi makanan.
  • Mencuci alat makan yang tidak terbungkus dengan sabun sebelum digunakan.
  • Membaca doa sebelum makan.
  • Agar menyantap makanan di seat masing-masing dan dilarang berkerumun.
  • Tidak dianjurkan untuk berbagi makanan.
  • Membuang sampah sisa makanan di tempat sampah yang telah disediakan.
  1. Kewajiban Nakhoda dan Awak Kapal PT PELNI (Persero) sebagai berikut:
        1. Tata Cara Sebelum Makan.
  • Wajib menggunakan masker saat menuju dan berada di ruang makan.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  • Memperhatikan etika ketika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan baju atas bagian dalam ketika batuk atau bersin, membuang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  • Menghubungi petugas kesehatan kapal ketika merasa sakit untuk mendapatkan pertolongan/perawatan.
        1. Tata Cara Layanan Makanan.
  • Wajib memakai masker pada saat mengambil makanan dan minuman.
  • Pada saat mengambil makanan dan minuman, Awak Kapal diwajibkan menggunakan peralatan makan dan minum masing-masing sesuai tanda/mark yang telah diatur agar tidak digunakan oleh Awak Kapal lainnya atau agar peralatan tidak dipergunakan secara ,bergantian dengan Awak Kapal lainnya.
  • Jaga jarak duduk minimal 1 (satu) meter dengan Awak Kapal lain. Tidak disarankan makan di tempat jika ruang makan sudah tidak tersedia kursi dengan jarak duduk yang diperbolehkan.
  • Pengambilan makan dapat diantar ke kamar masing-masing Awak Kapal.
  • Petugas pelayan salon makan Perwira/Bintara atau pelayan Penumpang Kelas I/II tetap menggunakan APD pada saat melayani makan.
        1. Tata Cara Setelah Mengambil Makanan.
  • Wajib memakai masker sebelum mengkonsumsi makanan.
  • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal sebelum mengkonsumsi makanan.
  • Mencuci alat makan yang tidak terbungkus dengan sabun sebelum digunakan.
  • Diwajibkan menggunakan peralatan makan dan minum masing-masing sesuai tanda/mark yang telah diatur agar tidak digunakan oleh Awak Kapal lainnya atau agar peralatan tidak dipergunakan secara ,bergantian dengan Awak Kapal lainnya.
  • Membaca doa sebelum makan.
  • Tidak berkerumun saat menyantap makanan.
  • Kurangi komunikasi / berbicara saat makan / saat tidak mengenakan masker.
  • Tidak dianjurkan untuk berbagi makanan.
  • Masing-masing Awak Kapal menempatkan piring kotor pada tempat yang telah disediakan.
  • Pelayan salon makan Perwira/Bintara dan salon makan Penumpang Kelas I/II membersihkan meja kursi yang telah dipakai dengan cairan berbahan dasar sabun / alkohol.
  • Membuang sampah sisa makanan di tempat sampah yang telah disediakan.
  • Pelayan memakai APD saat mencuci piring menggunakan sabun berupa sarung tangan, masker dan pelindung mata.
    1. Tata Kelola Layanan Fasilitas
      1. Tata Cara Fasilitas Penumpang sebagai berikut :
  1. Setiap Petugas yang bertanggungjawab dalam menyusun kasur ekonomi melakukan pengaturan  kasur dengan jarak 1 kasur dikosongkan atau hanya memasang kasur pada seat ganjil.
  2. Pastikan kasur dalam kondisi steril dibersihkan (dilap dengan air sabun) dan disemprot dengan desinfektan apabila setiap penumpang turun dan dirapikan kembali ke posisi yang sudah diatur jaraknya.
  3. Diumumkan dengan menggunakan PA secara berulang agar :
  • Setiap penumpang tidak banyak mobilisasi / pergerakan selama dalam pelayaran. Pergerakan hanya dilakukan pada saat ke kamar mandi/toilet, ke tempat antrian makan, dan ke klinik (jika perlu).
  • Setiap penumpang agar diwajibkan selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  • Setiap Penumpang tidak berkerumun dan tetap di tempat masing-masing selama pelayaran.
  1. Petugas keamanan agar melakukan patroli untuk memantau dan memastikan penumpang taat aturan khususnya tidak ada mobilisasi/pergerakan.
  2. Setiap penumpang diwajibkan menggunakan masker selama di atas kapal.
  3. Jika ada yang sakit segera melaporkan kepada crew kapal atau petugas kesehatan di kapal (Poliklinik).
  4. Bagi penumpang yang diperiksa oleh petugas kesehatan kapal kedapatan suhu penumpang melebihi 37,5°C, akan dilakukan Rapid Test untuk mengantisipasi OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19. Apabila hasilnya reaktif/positif, maka penumpang akan dikarantina di ruang yang sudah tersedia di kapal. Selanjutnya dilaporkan ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terdekat untuk diturunkan dan dilakukan penanganan lebih lanjut.
      1. Tata Cara Petugas Manage Service (Cleaning Service, Pengelolaan Kasur, dan Petugas Hiburan) dan Petugas Toko sebagai berikut :
  1. Petugas manage service dan petugas toko mendapatkan tempat untuk istirahat (tempat tidur) dengan tetap berjarak dan bila berada didalam kamar agar  dipastikan 1 (satu) kamar  diisi maksimal 2 (dua) orang dengan jarak 1 meter (opsional);
  2. Dalam menjalankan tugasnya dipastikan petugas manage service mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat (baju pelindung), sarung tangan, face shield (topi plastik), hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/kain.
  3. Dalam menjalankan tugasnya, petugas toko wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa sarung tangan, face shield (topi plastik), hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/kain.
  4. Untuk penggunaan masker wajib menutup mulut, hidung dan jangan menyentuhnya serta segera buang masker untuk sekali pakai atau ganti yang baru dan cuci untuk pemakaian masker dari bahan.
  5. Tetap jaga kesehatan dengan cara :
  • Makan makanan bergizi dan istirahat cukup.
  • Minum suplemen tambahan yang telah diberikan.
  1. Selalu menerapkan physical distancing dengan berjarak 1 (satu) meter baik dengan sesama Awak Kapal di kapal maupun dengan penumpang.
  2. Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik ditempat yang telah disiapkan diatas kapal.
  3. Selama masa pandemi COVID-19, layanan hiburan live music ditiadakan.
  4. Jika ada yang teridentifikasi sakit segera lapor ke Awak Kapal ataupun petugas kesehatan di kapal.
    1. Tata Kelola Lainnya
      1. Tata Cara Kapal yang sedang menjalani karantina jika terdapat Awak Kapal atau penumpang yang terbukti positif COVID-19 sebagai berikut :
  5. Nakhoda wajib melengkapi Dokumen Karantina Kesehatan yang masih berlaku dan memberikan kepada Pejabat Karantina Kesehatan pada saat kedatangan kapal.
  6. Tidak diperkenankan menurunkan atau menaikkan orang, barang dan atau bahan makanan/makanan siap santap tanpa persetujuan Petugas Karantina Kesehatan/Posko setempat.
  7. Selama masa karantina, suplai makanan matang/siap santap berasal dari darat melalui pembelian oleh Kantor Cabang PT. PELNI (Persero) setempat dengan mekanisme transfer budget.
  • Menu makanan yang berasal dari darat harus tetap memenuhi standar menu Nakhoda dan Awak Kapal yang telah ditetapkan;
  • Pemberian Supplement Food kepada Awak Kapal tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  1. Nakhoda yang menyampaikan permohonan untuk memperoleh persetujuan karantina Kesehatan atau wajib memberitahukan suatu keadaan kapal dengan memakai isyarat sebagai berikut :

Pada Siang Hari berupa :

  • Memasang bendera Q (kuning), yang berarti kapal saya sehat atau saya minta persetujuan karantina kesehatan;
  • Memasang bendera Q (kuning) diatas panji pengganti kesatu, yang berarti kapal saya tersangka;
  • Memasang bendera Q (kuning) diatas bendera L, yang berarti kapal saya terjangkit, dan;
  1. Pada malam hari berupa lampu merah di atas lampu putih dengan jarak maksimum 1,80 (satu koma delapan nol) meter, yang berarti saya belum mendapat persetujuan Karantina Kesehatan.

 

    1. Mekanisme Suplai Bahan Makanan
      1. Setiap petugas mitra dan buruh wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti: helm safety, masker kain/medis, dan sarung tangan plastik/karet/kain.
      2. Setiap Petugas Mitra dan buruh wajib dalam keadaan sehat atau tidak memiliki gejala COVID-19.
      3. Setiap Petugas diwajibkan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau Hand Sanitizer selama 20 detik di tempat yang telah disiapkan di atas kapal sebelum bekerja dan selalu membawa hand sanitizer.
      4. Alat transportasi untuk mengangkut bahan makanan dingin/beku harus menggunakan truk box berpendingin, sedangkan untuk bahan lainnya menggunakan truk box terbuka.
      5. Sebelum mengangkut bahan makanan, dipastikan truk box tersebut sudah steril / sudah disemprot disinfektan.
      6. Petugas gandroom wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat, pelindung wajah, penutup kepala/hair net (jaring pelindung rambut), masker kain/medis, sarung tangan plastik/kain/karet.
      7. Dilakukan pembersihan ruang gandroom secara berkala dan general cleaning seminggu sekali.
      8. Melakukan penataan bahan makanan sesuai jenisnya mengacu kepada standar food safety.

 

    1. Daftar Petugas Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
      1. Daftar Petugas pada Awak Kapal yang wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat sedang bertugas dan/atau melakukan pelayanan terhadap penumpang diatas kapal sebagai berikut:

 

  1. Kapal Penumpang

    No

    Jenis Kapal Penumpang

    Kapal Tipe 2000 Pax

    Kapal Tipe 1000 Pax

    Kapal Tipe 500 Pax

    1

    Mualim II Sr

    Mualim I

    Mualim I

    2

    Mualim II Jr

    Mualim II

    Mualim II

    3

    Mualim III Sr

    Mualim III

    Mualim III

    4

    Mualim III Jr (Jaga Palka)

    Mualim IV Jr (Jaga Palka)

    Petugas Medis Kapal

    5

    Petugas Medis Kapal

    Petugas Medis Kapal

    PUK I

    6

    PUK II dan III

    PUK I dan II

    Jenang I

    7

    Jenang II dan III

    Jenang I dan II

    Pelayan Ekonomi

    8

    Pelayan Ekonomi

    Pelayan Ekonomi

    Security

    9

    Security

    Security

    Kadet

    10

    Kadet

    Kadet

    Cleaning Service

    11

    Cleaning Service

    Cleaning Service

    Petugas Kasur

    12

    Petugas Kasur

    Petugas Kasur

     

  2. Kapal Perintis
  3. No

    Jenis Kapal Perintis

    Kapal Perintis Tipe 2000 Dwt,

    1200 Dwt, 750 Dwt

    Kapal Perintis Tipe 500 Dwt,

    350 Dwt

    1

    Mualim I

    Mualim I

    2

    Mualim II

    Mualim II

    3

    Mualim III

    Petugas Medis Kapal

    4

    PUK

    Security

    5

    Petugas Medis Kapal

    Pelayan

    6

    Security

     

    7

    Pelayan

     

     

      1. Daftar Petugas pada Cabang, Sub Cabang, Terminal Point yang wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada bertugas dalam melayani calon penumpang dan/atau menjalani tugas yang mengharuskan berinteraksi secara langsung dengan orang banyak sebagai berikut:
  4. No

    Klasifikasi Cabang

    Cabang Tipe A

    Cabang Tipe B

    Cabang Tipe C

    Cabang Tipe D

    Sub Cabang/

    TerminaPoint

    1

    Petugas Departure Control System (DCS) berjumlah 6 orang

    Petugas Departure Control System (DCS) berjumlah 5 orang

    Petugas Departure Control System (DCS) berjumlah 4 orang

    Petugas Departure Control System (DCS) berjumlah 3 orang

    Petugas Departure Control System (DCS) berjumlah 2 orang

    2

    Tim Petugas Embarkasi/Debarkasi berjumlah 6 orang

    Tim Petugas Embarkasi/Debarkasi berjumlah 5 orang

    Tim Petugas Embarkasi/Debarkasi berjumlah 4 orang

    Tim Petugas Embarkasi/Debarkasi berjumlah 3 orang

    Tim Petugas Embarkasi/Debarkasi berjumlah 1 orang

    3

    Petugas Keamanan/Security berjumlah 6 orang

    Petugas Keamanan/Security berjumlah 5 orang

    Petugas Keamanan/Security berjumlah 4 orang

    Petugas Keamanan/Security berjumlah 3 orang

    Petugas Keamanan/Security berjumlah 2 orang

Berita Lainnya

02/04/2019

PELNI Meraih Penghargaan

Bisnis Indonesia CFO BUMN Award 2019

16/08/2019

PELNI Ajak Peserta SMN 2019 Cintai Maluku

Program Siswa Mengenal Nusantara Tahun 2019

22/08/2019

PELNI Raih Top GRC 2019

Pengakuan Atas Tata Kelola Perusahaan

17/08/2019

Perayaan Kemerdekaan di Pulau Buru

Sinergi PT PELNI dan PT Pegadaian

23/07/2019

PELNI Luncurkan Kapal Pinisi

Layani Wisata Keliling Kepulauan Komodo

13/06/2019

Peserta Arus Balik Angkutan Gratis Sepeda Motor Tiba di Priok

Disambut oleh Dirlala Kemenhub RI

22/05/2020

PROTOKOL KESEHATAN NEW NORMAL LIFE BAGI MITRA PT. PELNI

Prosedur Kesehatan Kebiasaan Baru PELNI

23/03/2020

Lawan COVID-19, PELNI Berikan Masker dan Antiseptik di Jakarta Utara

Bantuan Masker dan Handsanitizer Cegah COVID-19

22/05/2020

PROTOKOL KESEHATAN NEW NORMAL LIFE BAGI PEMASOK PT. PELNI (PERSERO)

Prosedur Kesehatan Kebiasaan Baru untuk Pemasok PT. PELNI

12/05/2020

Protokol Penanganan Penumpang Kapal PT. PELNI (PERSERO) Selama Masa Pandemi COVID19

Tata Kelola Pelayanan Calon Penumpang

22/05/2020

PROTOKOL KESEHATAN NEW NORMAL LIFE BAGI PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDER) PT. PELNI (PERS

Prosedeur Kesehatan Kebiasaan Baru Bagi Pemangku Kepentingan PT. PELNI